Tujuan pendidikan menengah yaitu meningkatkan kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut dengan memiliki keseimbangan sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang terpadu dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan pendidikan pada kurikulum operasional ini dikaitkan dengan dimensi profil pelajar Pancasila yang tertuang dalam visi, misi dan tujuan SMA Negeri 1 Depok sebagai berikut:
- Visi SMA Negeri 1 Depok
“Berakhlak Mulia, Berprestasi Tinggi, Berbudaya, Peduli Lingkungan dan Berwawasan Global”.
- Berakhlak Mulia
Indikator Visi:
- Memiliki karakter berbudi pekerti luhur.
- Menjalankan ibadah sesuai dengan agama yang dianut.
- Memiliki sikap yang jujur dalam segala situasi.
- Menunjukkan sikap disiplin dan tanggung jawab terhadap aturan dan
tata tertib yang berlaku.
- Memiliki sikap peduli dan sosial terhadap orang lain.
- Berprestasi Tinggi
Indikator Visi:
- Memiliki prestasi akademik dan/atau non akademik.
- Memiliki semangat berkompetisi yang tinggi.
- Memiliki kemandirian dan bertanggung jawab terhadap masa depan.
- Mengenal dan mampu mengembangkan bakat dan minat yang
dimiliki.
- Berbudaya
Indikator Visi:
- Menjunjung tinggi budaya lokal dan budaya nasional.
- Memiliki rasa solidaritas dan toleransi terhadap keanekaragaman
budaya lain.
- Memiliki budaya literasi, budaya 5 S (Senyum, Sapa, Salam, Sopan,
Santun) dan budaya bersih.
- Peduli Lingkungan
Indikator Visi:
- Memiliki sikap peduli terhadap kebersihan dan keindahan
lingkungan.
- Memiliki rasa tanggung jawab terhadap dampak pemanasan global
(Global Warming).
- Memiliki sikap peduli terhadap pencegahan dan penanganan kekerasan.
- Memiliki sikap peduli terwujudnya satuan pendidikan aman bencana.
- Berwawasan Global
Indikator Visi:
- Memiliki sikap terbuka terhadap perkembangan pengetahuan dan teknologi serta mampu memanfaatkannya secara positif.
- Mampu menggunakan berbagai informasi global sebagai bekal dalam merencanakan dan meraih masa depan.
Visi SMA Negeri 1 Depok ditinjau dan dirumuskan kembali secara berkala sesuai dengan perkembangan dan tantangan di masyarakat.
- Misi SMA Negeri 1 Depok
Untuk mencapai visi dan membentuk karakter Profil Pelajar Pancasila, maka SMA Negeri 1 Depok menetapkan misi sebagai berikut.
- Membentuk peserta didik menjadi pribadi yang insan kamil dengan meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan agama yang dianut.
Dimensi Profil Pelajar Pancasila:
- Beriman, Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan Berakhlak
Mulia.
- Berkebhinekaan Global.
- Memfasilitasi pengembangan bakat serta minat peserta didik untuk berprestasi secara akademik dan non akademik.
- Meningkatkan prestasi belajar peserta didik agar mampu melanjutkan studi ke perguruan tinggi.
Dimensi Profil Pelajar Pancasila:
- Mandiri
- Bernalar Kritis
- Kreatif
- Menanamkan rasa cinta peserta didik terhadap budaya lokal dan menghargai keanekaragaman budaya lain.
Dimensi Profil Pelajar Pancasila:
- Kebhinekaan Global
- Bernalar Kritis
- Membiasakan peserta didik untuk melaksanakan kegiatan literasi, budaya 5 S (Senyum, Sapa, Salam, Sopan, Santun) dan budaya bersih di lingkungan sekolah.
- Membiasakan peserta didik untuk memiliki sikap peduli terhadap lingkungan sekolah.
Dimensi Profil Pelajar Pancasila
- Gotong Royong
- Bernalar Kritis
- Kreatif
- Mengembangkan penguasaan pengetahuan dan teknologi serta wawasan peserta didik dalam menghadapi perubahan zaman.
Dimensi Profil Pelajar Pancasila:
- Bernalar Kritis
- Kreatif
- Berkebhinekaan Global
Misi SMA Negeri 1 Depok ditinjau dan dirumuskan kembali secara berkala sesuai dengan perkembangan dan tantangan di masyarakat.
- Tujuan SMA Negeri 1 Depok
Tujuan SMA Negeri 1 Depok setiap empat tahun secara berkala ditinjau dan dirumuskan kembali dan disesuaikan dengan perkembangan ilmu dan teknologi dan tantangan masyarakat.
Tujuan SMA Negeri 1 Depok yang ingin dicapai adalah sebagai berikut.
- Terwujudnya peserta didik yang taat beragama, hormat kepada orangtua dan guru serta seluruh warga sekolah.
- Terlaksananya kegiatan ibadah dan keagamaan di sekolah mencapai minimal 95%.
- Terlaksananya Projek Penguatan Pelajar Pancasila pada peserta didik kelas X dengan tepat waktu.
- Meningkatnya perolehan nilai Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) pada kelas XI pada setiap tahun.
- Meningkatnya jumlah peserta didik yang terseleksi pada Olimpiade Sains tingkat provinsi minimal 3 (tiga) bidang mata lomba.
- Meningkatnya ranking sekolah berdasarkan nilai Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) pada tingkat kabupaten, provinsi dan nasional, yaitu 5 (lima) besar ditingkat kabupaten, 10 (sepuluh) besar di tingkat provinsi dan 60 (enam puluh) besar ditingkat nasional.
- Meningkatnya jumlah peserta didik yang diterima ke perguruan tinggi minimal 10% pada setiap tahun.
- Terlaksananya kegiatan ekstrakurikuler bagi peserta didik kelas X dan XI minimal 90% dari program yang direncanakan.
- Meningkatnya prestasi peserta didik pada bidang Kompetisi Penelitian Peserta didik Nasional (KOPSI), Festival Inovasi dan Kewirausahaan Peserta didik Nasional (FIKSI), Olimpiade Olahraga Peserta didik Nasional (O2SN), Olimpiade Sains Nasional (OSN) serta Festival dan Lomba Seni Peserta didik Nasional (FLSSN) setiap tahun.
- Meningkatnya kesadaran seluruh warga sekolah untuk berpakaian adat Jawa Yogyakarta yang sesuai dengan ketentuan pada hari-hari khusus minimal mencapai 90%.
- Terlaksananya kegiatan literasi falsafah Jawa Yogyakarta selama 5 (lima) menit sebelum kegiatan belajar mengajar berakhir.
- Terlaksananya kegiatan membatik dan menampilkan hasil karya batik peserta didik pada setiap tahun.
- Terlaksananya kegiatan literasi sekolah dan minimal 75% peserta didik mampu menulis esay terkait buku yang telah dibaca selama 1 (satu) semester.
- Terwujudnya kelas sebagai pojok literasi dan penerapan budaya bersih minimal mencapai 80%.
- Terwujudnya budaya 5 S (Senyum, Sapa, Salam, Sopan, Santun) di lingkungan sekolah.
- Terwujudnya kegiatan pemilahan sampah berdasarkan jenisnya (organik dan anorganik) di lingkungan sekolah.
- Terwujudnya cinta lingkungan dengan kegiatan penghijauan sekolah atau Green School.
- Terlaksananya program kegiatan pencegahan dan penanganan kekerasan setiap tahun.
- Terlaksananya program kegiatan satuan pendidikan aman bencana setiap tahun.
- Meningkatnya penggunaan teknologi pada kegiatan pembelajaran dan penilaian oleh guru minimal mencapai 95%.
Meningkatnya kompetensi dan kemandirian guru/karyawan dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya berbasis teknologi informasi.